kaylanoy

Hai Selamat Datang Di Blog saya ...


Hidup ini seperti deretan tuts piano.
yang putih akan kebahagian & yang hitam akan kesedihan , tapi karena tangan Alloh yang memainkan yang hitam pun dapat menghasilkan musik yang indah.


Ntuk sobat Dimana Pun Berada ., Marhaban ya Ramadan...


Tidak terasa kita sudah melewati pertengahan bulan Ramadan. Sebentar lagi Bulan Penuh Rahmat dan Maghfirah ini akan meninggalkan kita. Tapi, jangan bersedih! Di Bulan yang Penuh Berkah ini, Transmania menggandeng sobat2 semua untuk mengadakan “Sahur on the Spot”, yang akan diselenggarakan pada :

Hari/tanggal : Sabtu - Minggu, 12 - 13 September 2009
Waktu : 20.00 – 07.00 WIB
Tempat : Panti Asuhan Assaidah
Kedung Halang 97 KM 54 Kec. Bogor Utara Kota Bogor

Bagi yang akan memberikan sumbangan melalui online dapat ditransfer melalui :

BCA - 2611767431 a/n. Ami Mardiana
MANDIRI - 070.000.4950361 a/n. Komariah


Tetapi tidak menutup kemungkinan untuk sobat2 yang mau menambah sumbangan berupa perlengkapan lebaran, misalnya baju koko, mukena, sembako (sirup2, kue2 lebaran) dan juga perlengkapan mandi bisa dilakukan.

Pengumpulan sumbangan paling lambat tanggal 10 September 2009. Bagi yang telah menyumbang dan atau ingin mengikuti jalannya acara ini dimohon menghubungi :
1. erma = 021-99954301
2. wulan = 085213868482

Bantuan & Sumbangan Anda, Harapan Mereka, Mari Berbagi di Bulan Suci Penuh Makna.

Acara ini dilaksanakan & didukung penuh oleh :
1. Komunitas Transmania
2. Trans TV

http://www.facebook.com/event.php?eid=128936967604&ref=nf

Usaha yang Di ridhoi Allah


Jiwa wirausaha atau entrepreneurship adalah salah satu kekuatan yang dikembangkan oleh Rasulullah. Entrepreneur secara sederhana adalah kemampuan kita untuk mengkreasi atau mendesain manfaat dari apa pun yang ada dalam diri dan lingkungannya. Apa pun yang dia lihat dapat dia kemas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Seorang entrepreneur tidak pernah mengenal situasi rumit kecuali situasi itu bisa diatasi dan menghasilkan manfaat.

Seseorang yang berjiwa entrepreneur memandang situasi bangsa seperti ini sebagai tantangan yang paling menarik untuk diatasi, diselesaikan dengan karya yang nyata dan bermanfaat. Mengutuk itu paling mudah, tetapi menjadikan situasi sulit menjadi kondisi menantang yang akan membangkitkan potensi kita, itulah yang paling baik untuk dilakukan. Jika hal itu dilakukannya, maka itulah ciri-ciri orang yang akan gemilang.

Oleh karena itu, bangsa yang carut-marut dan hiruk-pikuk begini membutuhkan umat yang memiliki jiwa entrepreneur. Sayangnya, kita sering kalah oleh diri kita sendiri. Belum memulai sesuatu, kita sudah menyerah duluan, tidak ada motivasi dalam diri untuk bangkit dari keterpurukan.

Demikian jelas Nabi telah memberikan kepada kita umatnya tentang bagaimana cara berbisnis yang benar. Untuk menerapkannya di perusahaan agar beroleh kesuksesan serupa, kuncinya sederhana, di samping manajemen yang profesional, faktor yang utama adalah usahakan suasana dan seluruh aturan serta segala aktivitas perusahaan sesuai dengan aturan yang diridai Allah. Berjuanglah sekuat tenaga untuk menjadikan perusahaan kita sebagai ladang untuk membuat diri, keluarga, karyawan plus keluarga karyawan, rekan usaha kita agar menjadi semakin dekat dengan Allah.

Kajilah sistem usaha agar disukai Allah (sesuai dengan syariat), juga pembinaan karyawannya tidak hanya dididik agar terampil dan profesional dalam bidang pekerjaannya saja tetapi sangat diutamakan agar seluruh karyawan dan keluarganya terbina keimanan dan ketaatannya pada Allah. Caranya dengan pemberian ilmu agama Islam yang sistematis dan berkesinambungan, plus kesempatan dan fasilitas beribadah yang layak.

Kepada karyawan selalu diyakinkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja adalah amanah dari Allah untuk dikelola bersama, tiada yang menggaji semuanya kecuali hanya Allah, bekerja adalah beramal saleh, beribadah, dan berjihad di jalan-Nya, bukan semata mata hanya mencari uang. Andaikan bekerja hanya mencari uang, bagaimana kalau mati sebelum gajian? Niscaya sangat rugi, uang tidak didapat, pahala amal pun lepas. Tentu saja semua ini harus diawali dan dibarengi dengan suri tauladan yang baik, serta kejujuran dan keadilan para managernya, khususnya pemilik usahanya tersebut. Niscaya Allah tidak mengecewakan pengusaha yang menjadikan bisnis yang dilakukannya sebagai ladang jihad.

Contoh lain yang harus kita evaluasi, dan orang banyak menganggapnya sepele adalah waktu salat. Kita harus hati-hati jangan sampai karyawan lalai apalagi melupakan salat. Jelas sekali, produktivitas yang dihasilkan karyawan yang tidak melakukan salat tidak akan membawa berkah baik untuk dirinya maupun untuk pemilik perusahaan. Keuntungan memang harus dikejar semaksimal mungkin, tetapi apa artinya keuntungan yang melimpah apabila membawa malapetaka.

Karenanya, jikalau sudah sampai waktu salat, hentikanlah seluruh aktivitas pekerjaan. Berikanlah waktu luang kepada seluruh karyawan untuk mendirikan salat dan memanjatkan doa. Sekali-kali jangan takut akan mengurangi keuntungan, justru sebaliknya, karena dengan doa yang tulus dari karyawan-karyawan yang diberi keluangan waktu salat tadi, doanya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Siapa tahu salah seorang dari karyawan kita ada yang sangat dekat kepada Allah sehingga doanya sangat di-ijabah guna kemajuan perusahaan.

Yakinlah, bahwa yang memberi rezeki hanya Allah. Jikalau Allah menakdirkan untuk mendapat rezeki pasti tiada satu pun dapat menolaknya, dan tentu saja yang sangat penting adalah keberkahan dalam rezeki yang diterima, maslahat bagi dunia dan akhirat.

Saya termasuk orang yang tidak mau pusing dengan keadaan sekarang kalau hanya memperlemah kemampuan kita. Situasi sesulit apa pun pilihannya cuma satu, kita harus bangkit bersama-sama! Tidak ada waktu untuk mengeluh dan mencela.

Akan tetapi sadarlah, kita tidak punya waktu untuk itu semua. Waktu kita sangat terbatas. Satu-satunya pilihan, kita harus bangkit! Allah Mahakaya. Mau seperti apa pun keadaan, rezeki Allah tidak akan pernah berkurang. Bagi yang muda ini adalah kesempatan. Kita disiapkan untuk sukses oleh Allah. "Faalhamaha fujuraha watakwaahaa, " kita sudah diilhami potensi positif dan potensi negatif.

Jadi, jiwa wirausaha ini benar-benar harus ditanamkan sejak kecil. Jika tidak, potensi apa pun tidak bisa dibuat menjadi manfaat. Orang yang jahil, ketika dia melihat batu, mungkin hanya akan dia pakai untuk melempar orang. Tetapi seorang wirausahawan, ketika melihat batu, bisa dikemasnya dengan kreatif sehingga punya nilai tambah. Inilah bedanya.

Kita harus mulai merindukan anak-anak kita tumbuh tidak sekadar menjadi pekerja, tapi menjadi orang yang mampu menciptakan pekerjaan. Ini penting, karena begitu banyak potensi yang ada di negeri ini tidak tergali. Repotnya, kita suka ingin "untung ladang enteng", kerja sedikit untung besar. Ini yang salah! Bagi seorang entrepreneur, keuntungan tidak selalu bermakna besarnya laba. Sebab dengan memperoleh ilmu saja sudah merasakan keuntungan yang luar biasa.

Di sisi lain, persoalan bisnis tampaknya masih menjadi salah satu kelemahan umat Islam. Sebabnya tiada lain karena urusan bisinis dianggap sebagai urusan duniawi. Padahal bisnis menjadi urusan duniawi jikalau niat dan caranya salah, tetapi jika niat dan caranya benar maka bisnis adalah jihad.

Kriteria bisnis sebagai ladang jihad adalah pelurusan akan pemahaman makna jihad itu sendiri. Jihad tidak selalu identik dengan pertempuran, bersimbah keringat berkuah darah, tapi harus kita lihat apa yang menjadi titik lemah umat, yang ternyata ada pada bidang perekonomian. Artinya, kalau kita berjuang dengan sungguh-sungguh untuk kemaslahatan umat di bidang ekonomi, maka insya Allah upaya seperti ini juga adalah jihad. Wallahu a`lam


Penulis KH. Abdullah Gymnastiar




Event Trans anak ini untuk memperingati hari anak nasional yang jatuh pada tanggal 22 juli yang di adakan oleh Trans TV sebagai penyelenggara .
sebelum di adakan acara Event Trans anak ini smua peserta panitia di undang untuk di brifieng satu hari sebelum acara berlangsung tepat nya di lobi gedung bank mega jam 15:00 wib.

sebelum ngumpul para panitia yang sebagian besar adalah anak TM yang nama nya Genk Rese pada ngumpul di LG ...pada makan alias pada isi perut :D

setelah tanki perut sudah full para panitia langsung beranjak ke lobi bank mega untuk di briefieng oleh Pihak Trans TV (Marketing PR) .Disana semua para panitia di bagi tugas nya masing2 .
Terdapat 5 jenis perlombaan : Mising Lyric , Futsal , Parodi , Mewarnai Gambar , Presenter cilik dan masih banyak lagi permainan seperti mandi bola , kunjungan ke studio trans tv.
Dan gw sendiri kebagian tugas di perlombaan Parodi yang peserta nya paling sedikit diantara 5 perlombaan tersebut,mau tau berapa hanya 6 group , satu group terdiri dari 6 orang .


Ini suana pada saat briefing panitia event trans anak untuk mempersiapkan hadiah & segala sesuatunya biar sukses.






















ini suasana pada saat event berlangsung .










Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan keganjilan ini orang itu bertanya, “Apa yang sedang Anda lakukan?”
Sang Guru menjawab, “Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu, saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya.”
Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang benih- benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.
Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.
Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.
Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.
Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.
Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu ego di satu kutub dan kesadaran sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu, kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih banyak lagi.
Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.
Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju kesadaran sejati. Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan paradigma yang perlu kita lakukan. Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah makhluk fisik, tetapi makhluk spiritual. Kesejatian kita adalah spiritualitas, sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.
Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan, label, dan segala “tampak luar” lainnya. Yang kini kita lihat adalah “tampak dalam”. Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai kesombongan atau ilusi ego.
Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan, semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri.
Dalam hidup ini berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam.
Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat baik kepada diri kita sendiri.
Kalau begitu, apa yang kita sombongkan?



Semoga dapat menjadi pencerahan untuk kita semua ....

Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD
membukakan
pintu untuknya.

Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru
terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga,
Sarah menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya
berapa
sih gaji Papa ?"

"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.

"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar
10jam dan dibayar Rp. 400.000,-.
Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur.
Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar,
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.
Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah
berlari mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti
satu
jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah
Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali
bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi.
Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek.
Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."

Kesabaran Andrew pun habis.
"Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya.

Ia pun menengok Sarah di kamar tidurnya.

Anak kesayangannya itu belum tidur.
Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp.
15.000,- di tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu,
Andrew berkata, "Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah.
Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ?
Kalau mau beli mainan, besok kan bisa."

Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam.
Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan
selama minggu ini".

"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular
tangga.
Tiga puluh menit aja.
Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku
mau ganti waktu Papa.
Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi..
karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata.
Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru.
Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan
selama
ini,
tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya.

"Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah
dunianya"

..Nice story...money is important but certainly not everything..

Ini Lagi Tracking Ke Tangkuban Perahu jam 03:00 dini hari (Anak Jelajah+EV)waktu Ghatering Kebandung) .Sebenernya sich gw gak ada rencana nich mau ikutan tracking ..secara waktu itu gw lagi nonton bola + ketiduran heheheheheee (lagi mimpi) ...
Sempet di pinjemin selimut ama teman gw ... akhirnya gw pake juga secara dingin banget mbbooo udaranya disana :D . Tapi pas teng sekitar jam stengah 2 anak2 dari forum jelajah mempersiapkan diri untuk tracking ke Tangkuban Perahu..dan akhirnya gw yang masih separo nyawa gw karna ngantuk & antara pergi apa gak merasa binun , trus setelah gw pikir2 " ngapain juga gw ke Bandung(lembang) hanya untuk tidur doang"langsung aja tanpa cuci muka gw berangkat , dan itu juga hanya sebagian anak2 TM yg ikut .















Chat With Me

Ocehan

Celoteh


ShoutMix chat widget

Recent Coment

Visitor

Join In My Blog